Semoga Allah menempatkan mereka yang wafat ketika beribadah di masjidil haram ketika itu di syurganya Allah ta'ala, amin.
Atas kejadian tersebut, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan bagi segenap atau sebagian kaum muslimin yang mengganjal di hati-hati mereka.
"Kemanakah Malaikat-malaikat Allah ketika terjatuhnya crane di masjidil haram? "
Kemanakah malaikat-malaikat Allah saat crane itu terjatuh sehingga menewaskan ratusan orang (jamaah) dan melukai sebagian jamaah kaum muslimin yang sedang melakukan ibadah haji?
Bukankah ini rumah Allah? yang seharusnya banyak ribuan bahkan jutaan malaikat-malaikat Allah disana? kenapa mereka tidak mencegah dan menahan crane tersebut agar tidak jatuh?
Maka ini adalah sedangkal-dangkalnya pemikiran dan pertanyaan seseorang yang tidak mengimani/mempercayai tentang adanya rukun iman ke-2 yaitu "beriman kepada malaikat Allah" dan takdir Allah.
Berikut adalah sebagian bantahan bagi mereka atas pertanyaan yang berdasar dari logika tulen yang dangkal di atas :
- Pernyataan di atas adalah persis seperti pernyataan seorang Syiah Qaramithah (salah satu sekte Syiah Isma’iliyah) yaitu Sulaiman bin Abu Said al Husain al Janabi atau abu thahir yang dahulu telah mencuri batu " hajar aswad " pada musim haji tanggal 8 Dzul Hijjah 317 H. Dengan nada menantang Abu Thahir sesumbar , “Mana burung-burung Ababil? Mana bebatuan dari Neraka Sijjil?"
[Al Bidayah wan Nihayah] - Ini adalah takdir Allah yang telah dituliskan dan ditetapkan 50,000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Tentang usia makhluk (seseorang), kapan diwafatkan dan bagaimana diwafatkannya termasuk nama-nama siapa saja yang diwafatkan di tempat yang mulia tersebut? dst.
- Kalau yang berfaham seperti di atas ditampar dengan kerasnya dan terluka di wajahnya. Lalu, kemanakah malaikat yang berada di samping kanan dan kirinya?. Mengapa mereka tidak menangkis nya?
Inilah ujian dari Allah bagi mereka yang beriman apakah akan tetap beriman kepada salah satu ciptaan Allah yaitu malaikat-malaikat (yang memiliki tugasnya masing-masing dan memiliki sayap) ataukah tidak ? .
Masih sulit menerima adanya malaikat karena tidak terlihat ?
Bukankah :
- Malaikat adalah makhluk yang ghaib. Apabila kita beriman tentang adanya pencipta langit dan bumi/kewujudan Allah yang tidak terlihat namun ada. Lalu, mengapa begitu sulit untuk beriman kepada malaikat Allah yang tidak terlihat?
- Adanya Al-qur'an sampai ke kita saat ini, bukankah ini wahyu Rabbul alamin yang diwahyukan kepada Rasulullah melalui perantaraan malaikat Jibril ?
Dan hendaknya kita takut akan firman Allah :
وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Maksudnya : "..sesiapa yang kufur ingkar kepada Allah dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan juga Hari Akhirat, maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh." [AnNisa ayat 136]
Semoga sedikit tulisan ini bermanfaat bagi mereka yang masih terdapat penyakit syubhat di hati dan dada mereka, semoga Allah selalu memberi hidayah kepada setiap yang membaca artikel ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari Al-qur'an dan Sunnah. aamin.
Huwallahu alam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar